
Sarolangun Update – Program pelayanan kesehatan jemput bola Dokter Maju milik Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus menunjukkan capaian signifikan. Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2025, program ini tercatat telah memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 9.400 masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sarolangun.
Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun, Bambang Hermanto, SKM, MM, dalam laporannya menyebutkan, pada awal pelaksanaan di tahun 2025, layanan Dokter Maju baru menjangkau empat kecamatan. Namun meski masih terbatas, antusiasme masyarakat dan semangat tim kesehatan membuat program tersebut berjalan sukses.
“Sejak 18 Agustus hingga Desember 2025, masyarakat yang berhasil dilayani oleh tim Dokter Maju mencapai 4.447 orang,” ujarnya dalam laporannya dalam Coffe Morning Dokter Maju, Jum’at 08 Mei 2026, di rumah dinas Bupati Sarolangun.
Kemudian memasuki tahun 2026, cakupan pelayanan terus diperluas hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Sarolangun. Hasilnya, jumlah masyarakat yang mendapatkan pelayanan kembali meningkat signifikan.
“Pada tahun 2026 ini saja, masyarakat yang sudah dilayani sekitar 5.557 orang,” katanya.
Dengan demikian, total warga yang telah merasakan pelayanan kesehatan melalui program Dokter Maju kini mencapai lebih kurang 9.400 orang.
Diketahui, program Dokter Maju sendiri merupakan bagian dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun periode 2024–2029 dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah desa dan daerah terpencil.
“Melalui layanan jemput bola tersebut, tenaga kesehatan turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan kepada warga yang selama ini memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan,” terangnya.
Sementara dalam sambutannya Bupati Sarolangun H Hurmin, mengapresiasi para tenaga kesehatan yang terlibat dalam program Dokter Maju.
Menurutnya tugas tenaga kesehatan bukan pekerjaan biasa. Selain dituntut selalu siaga, para nakes juga harus rela meninggalkan waktu bersama keluarga demi menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami memahami betul bahwa tugas tenaga kesehatan bukan tugas yang ringan. Tidak mengenal waktu, harus siap dalam berbagai kondisi, bahkan sering kali harus mengorbankan waktu bersama keluarga demi masyarakat,” kata Bupati.
(RAP)




