Pemkab Sarolangun Mulai Garap 8.09 Hektar Lahan Lokasi Sekolah Rakyat


Sarolangun Update – Setelah resmi ditetapkan oleh Satker Pusat dan Provinsi Jambi terkait lokasi Sekolah Rakyat (SR), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun saat ini mulai menggarap lahan tersebut dengan melakukan pembersihan lahan atau landcliring,

Lahan seluas 8.09 Hektar yang berlokasi tepat di samping Lapas Sarolangun, jalan Tambir, Kelurahan Aur Gading Kecamatan Sarolangun tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan sudah bersertifikat serta memenuhi syarat baik secara administratif maupun secara teknis.

Lokasi yang ditetapkan ini merupakan lokasi kedua yang diajukan oleh Pemkab Sarolangun. Dimana sebelumnya Pemkab Sarolangun mengajukan lokasi eks Kampus Unja di desa Rantau Tenang, Kecamatan Pelawan namun ditolak dikarenakan tidak memenuhi persyaratan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sarolangun, Muhammad Idrus atas nama pemerintah daerah menyambut baik dan bersyukur Kabupaten Sarolangun mendapatkan Program Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap III tahun 2026 ini.

” Syukur alhamdulillah Kabupaten Sarolangun masuk dalam 100 Kab/Kota di Indonesia yang mendapatkan Program Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III Tahun 2026,” ungkapnya.

Menurutnya proses pembersihan lahan yang sedang berjalan saat ini ditargetkan pad akhir bulan Agustus 2026 ini sudah bisa  rampung dan akan dilanjutkan perencanaan oleh Satker Kementerian PUPR untuk pembangunan fisik atau gedung SR.

  Insya Allah untuk pembangunan fisik gedung SR diperkirakan akan dimulai bulan Oktober atau November 2026 mendatang dan diharapkan bulan Juli 2027 SR di Sarolangun sudah bisa beroperasi atau memulai proses belajar mengajar,” beberapa Idrus.

Terkait anggaran untuk pembangunan SR tersebut, Idrus jelaskan jika semua menggunakan anggaran dari APBN melalui Kementerian PUPR, sementara untuk pengelolaan Sekolah Rakyat nya oleh Kementerian Sosial RI.

” Kita pemerintah Daerah hanya membantu dan memfasilitasi faktor-faktor pendukung Sekolah Rakyat yang sudah ditentukan, termasuk perizinan dan mempersiapkan calon siswanya,” jelas Idrus.

Lebih lanjut ia mengatakan jika Sekolah Rakyat (SR) yang akan dibangun pada Tahap III ini merupakan Sekolah Rakyat terintegrasi mulai dari Tingkat SD sampai dengan tingkat SMA, dengan kapasitas gedung bisa menampung siswa lebih dari 2000 siswa, dan direncanakan bangunan gedung 4 lantai.

” Dengan dibangunnya Sekolah Rakyat ini kita berharap tidak ada lagi anak-anak Sarolangun yang tidak sekolah atau putus sekolah karena terkendala masalah ekonomi. Untuk itu kita akan memprioritaskan anak-anak yang kurang mampu atau miskin dengan kategori keluarga pada Desil 1 dan 2,” harapnya.

Selain membantu anak-anak yang kurang mampu agar bisa sekolah, multiplayer efek dari adanya Sekolah Rakyat ini dipasti berdampak positif bagi perekonomian di Kabupaten Sarolangun.

” Tentu akan berdampak positif untuk perekonomian, selain membuka peluang tenaga kerja dan peluang UMKM yang ada di sekitar Sekokah Rakyat tersebut,” tutupnya.

(Fdn)

berita lainnya

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

berita terbaru