BPBD Sarolangun Terus Pantau Hot Spot Serta ikut Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla Dengan Bagi-Bagi Ribuan Masker

SAROLANGUN UPDATE – Penanganan dalam mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta dampaknya yaitu kabut asap yang masih menyelimuti hampir di seluruh wilayah Kabupaten Sarolangun terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain memadamkan api dan memantau hot spot (titik api) disetiap wilayah Kecamatan, BPBD Sarolangun juga ikut serta dalam membantu melindungi masyarakat dari dampak paparan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Seperti kegiatan pembagian masker untuk masyarakat yang dilakukan BPBD Sarolangun di jalan lintas sumatera tepatnya didepan Bank 9 Jambi pada Selasa (6/10/2026).

Kepala BPBD Sarolangun, Solahuddin Nopri yang memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan, jika pembagian masker ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam memberikan perlindungan kesehatan akibat dampak dari Karhutla.

” Hari ini kita membagikan masker cuma-cuma kepada masyarakat kurang lebih 3000 masker. Selain peduli, juga bentuk tanggungjawab pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap,” katanya.

Sementara terkait Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang saat ini masih terjadi di beberapa Kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun, selain dilakukan pemadaman oleh Satgas Karhutla juga terus dilakukan pemantauan titik hot spot api setiap hari oleh BPBD Sarolangun.

” Dari pantauan hot spot yang kita lakukan, memang masih ada titik api di 4 Kecamatan. Antara lain, Kecamatan Mandiangin terpantau 6 titik api, Kecamatan Air Hitam 2 titik dan beberapa titik di Kecamatan Bathin VIII dan Kecamatan Batang Asai,” beber Solahuddin Nopri.

Terakhir ia berharap kabut asap di Sarolangun segera hilang dan meminta kepada seluruh masyarakat untuk bersama – sama menjaga wilayahnya dengan tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan perkebunan.

” Kami juga terus menghimbau, baik ke pihak perusahaan perkebunan maupun masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan guna menjaga kebakaran tidak semakin meluas, ” tutup Solahuddin Nopri.

(Fdn)

berita lainnya

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

berita terbaru