
SAROLANGUN UPDATE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sarolangun mencatat setidaknya ada sebanyak 16.141 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang bulan Januari hingga September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun, Bambang Hermanto didampingi Sekdin Almusinin mengatakan angka kasus ISPA mengalami naik turun (Fluktuasi) sejak awal tahun. Dimana pada bulan Januari meningkat lalu turun dan kembali naik di bulan Agustus 2026 lalu.

Berdasarkan data Dinkes Sarolangun, kasus ISPA pada Januari tercatat 1917 kasus, Februari 1740 kasus, Maret 1731 kasus, April 1538 kasus, Mei 1528 kasus, Juni 1633 kasus, Juli 1810 kasus, Agustus 2248 kasus, dan September 1926 kasus, sementara untuk bulan Oktober masih dalam pendataan.
” Kenaikan di bulan Agustus lalu akibat paparan kabut asap sehingga memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Namun, kondisi ini dalam status normal” kata Bambang Hermanto, Jumat (23/10/2026).
Dalam kasus ISPA ini sendiri didominasi oleh bayi dan balita serta lansia. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat umum atau kategori lebel lainnya juga bisa terserang dikarenakan rutinitas yang kebanyakan diluar ruangan.
” Di bulan Juli lalu kita sudah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Sarolangun, menghimbau masyarakat agar selalu menjaga prilaku hidup bersih dan sehat, serta mengurangi aktifitas diluar ruangan,” ungkap Bambang Hermanto.
Terakhir ia meminta kepada masyarakat untuk rutin dan segera memeriksakan diri apabila mengalami demam, sesak napas, atau napas cepat. Terutama anak-anak, gejala yang perlu diwaspadai antara lain rewel, sulit makan atau minum, serta batuk berkepanjangan.
” Penggunaan masker tetap dianjurkan selama kualitas udara masih terdampak kabut asap, namun yang utama diharapkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah pencegahan,” tutupnya.
(Fdn)




