
SAROLANGUN UPDATE – Setelah resmi ditutup pada tanggal 30 September 2026 kemarin, jumlah yang sudah memasukan berkas untuk penerima bantuan kuliah (Beasiswa) untuk S1, S2, S3 dan Tahfidz Qur’an ke Bagian Kesra Setda Sarolangun melebihi dari kuota yang sudah ditetapkan.
Hal ini dikatakan Kepala Bagian Kesra Setda Sarolangun, Junaidi. Menurutnya program bantuan kuliah tersebut merupakan salah satu program visi misi Bupati Sarolangun H.Hurnin dan tahun 2026 ini merupakan tahun pertama di laksanakan.
” Untuk tahapan sudah kita laksanakan, bahkan berkas yang terkumpul untuk program bantuan kuliah S1,S2, S3 dan Tahfidz Quran melebihi kuota yang ada dan sudah ditetapkan,” ucapnya.
Dimana untuk S1, berkas yang sudah masuk sebanyak 83 orang. Sementara kuota yang tersedia hanya 30 orang. Untuk S2 berkas masuk ada 31 sedangkan kuota 15 orang, sementara untuk S3 ada 10 dari kuota 2 orang. Sedangkan untuk program Tahfidz Quran ada 55 dari kuota sebanyak 40 orang.
” Selanjutnya akan diadakan rapat Tim Seleksi (Timsel) yang sudah ditunjuk oleh bapak Bupati. Yang mana Tinsel tersebutlah yang akan meselksi baik berkas maupun yang lainnnya,” jelasnya
Masih disampaikan Junaidi, jika program bantuan kuliah ini dibagi menjadi 2, yaitu program prestasi dan tidak mampu dari setiap kuota yang ada, dan hanya program Tahfidz Quran yang kuota nya sebanyak 40 orang akan diambil dari setiap desa.
” Untuk S1 dari kuota 30 orang nantinya 15 orang program prestasi dan 15 orang tidak mampu, sedangkan S2 dari kuota 15 orang, 5 orang prestasi dan 10 orang tidak mampu. Sementara untuk S3 hanya kuota 2 orang serta untuk tahfidz Quran dari kuota 40 orang akan diambil dari setiap desa 1 orang,” bebernya.
Sambung Junaidi, untuk jumlah besaran bantuan dari setiap program tersebut, S1 sebesar Rp 10 juta rupiah S2 sebesar Rp 15 juta rupiah dan S3 sebesar Rp 30 juta rupiah, serta untuk untuk Tahfidz Quran sebesar Rp 10 juta rupiah.
” Untuk diketahui jika program bantuan ini dilaksanakan secara terbuka baik kuota penerima nauoun Jumlah bantuan yang akan diberikan. Selain itu Timsel yang dibentuk selain dari unsur pemerintah ,akademisi juga melibatkan masyarakat. Jadi dalam seleksi ini kita tidak ada yang ditutup-tutupi, semua terbuka,” tutup Junaidi.
(Fdn)




