SAROLANGUN UPDATE – Pendidikan tinggi (Universitas) seharusnya menjadi sarana bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri dan kualitas ilmu yang nantinya bisa ikut berkontribusi bagi kemajuan daerah. Namun, guna mencapai semua itu banyak tantangan dan kendala yang meski dilalui, salah satu faktor utama yang itu biaya.
Dimana saat ini biaya melanjutkan ke jenjang tertinggi tersebut cukup besar, sementara kemampuan ekonomi masyarakat tidak mampu mengimbangi. Akibatnya, tidak sedikit mahasiswa terpaksa menghentikan studinya di tengah jalan.
Guna mencegah hal ini terjadi, tentu peran dari pemerintah sangatlah penting. Sehingga generasi muda yang betul-betul berprestasi dan memiliki kemampuan akademik namun terkendala biaya bisa terbantu sampai akhirnya mereka bisa menyelesaikan studinya dengan baik.
Melihat fakta tersebut, Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus memberikan bukti nyata dan kontribusi penuh khususnya untuk dunia pendidikan. Salah satunya dengan program beasiswa bagi generasi muda yang berprestasi dan kurang mampu untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi atau kuliah.
Setiap tahun pemerintah kabupaten Sarolangun melalui program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) membiayai generasi muda yang berprestasi dan tidak mampu meraih mimpi mereka mengejar gelar S1. Tak sampai disitu bahkan di tahun 2026 ini kembali memberikan bukti kepedulian untuk pendidikan dengan program Bantuan Kuliah untuk S1, S2 dan S3.
Kabag Kesra Setda Sarolangun, Junaidi saat dikonfirmasi terkait program Bantuan Kuliah untuk S1,S2 dan S3 ini menjelskan jika bantuan ini sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun H.Hurmin dan Gerry Trisatwika , ” Sarolangun Maju,”, tentu pendidikan juga harus maju.
” Program Bantuan Kuliah ini sejalan dengan visi misi bapak Bupati dan Wakil Bupati ” Sarolangun Maju ” . Dimana pendidikan juga tentu harus maju,” ujar Junaidi.
Lebih lanjut ia menjelaskan terkait bantuan kuliah untuk S1,S2 dan S3. Menurutnya bantuan ini bukan bantuan full sampai selesai seperti BUD, namun bantuan untuk yang sedang dalam pendidikan namun terkendala ekonomi sehingga dikhawatirkan putus ditengah jalan.
” Bantuan kuliah ini tidak seperti beasiswa BUD, akan tetapi bantuan yang nantinya disesuaikan dengan biaya yang sedang dihadapi dan sesuai dengan proposal yang mereka ajukan. Karena anggaran dan jumlah mahasiswa yang akan dibantu sudah ditetapkan,” bebernya.
Sambungnya, untuk penerima bantuan ini juga Pemkab Sarolangun sudah membentuk tim seleksi yang nantinya yang akan menentukan berhak atau tidak, serta berapa besar jumlah bantuan yang nantikan akan diberikan.
” Yang pasti kita akan memprioritaskan untuk mahasiswa yang tidak mampu dan mahasiswa mampu tapi berprestasi,” ungkap Junaidi.
Terkait jumlah mahasiswa dan batas besaran jumlah bantuan yang akan diberikan sudah disusun dan ditetapkan. Untuk pendidikan S1 sebanyak 30 orang dengan besar bantuan Rp 5 juta/orang, untuk S2 sebanyak 15 orang dengan bantuan Rp 15 Juta/ orang dan untuk S3 hanya 2 orang dengan bantuan sebesar Rp 30 juta/orang.
” Semoga dengan program yang diberikan pak Bupati Sarolangun ini, tidak ada mahasiswa Sarolangun yang berprestasi terbebani dengan biaya kuliah yang pada akhirnya harus putus dijalan,” harap Junaidi.
(Fdn)




