SAROLANGUN UPDATE – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bukan sekadar agenda rutin tahunan yang bersifat seremonial belaka. OMI adalah panggung pembuktian bagi kita semua, sesuai dengan arah dan visi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Hal ini disampaikan Plt Kepala Kemenag Kabupaten Sarolangun,HM Alimartado saat membuka kegiatan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sarolangun, yang dipusatkan di Ponpes Al Hasni, Senin (7/9/2026).
Disampaikan HM.Alimartado untuk tahun 2026 ini Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Sarolangun mengusung tema yang sangat strategis dan mendalam. Yaitu, “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
” Jika kita resapi makna dari tema besar ini. Ada pesan penting yang ingin dititipkan kepada pundak kita semua di lingkungan madrasah, ini tentang Integrasi Islam dan Sains,” ucapnya.
Menurutnya, terkait Integritas Islam dan Sains, kedepan stigma lama yang memisahkan antara ilmu agama dan ilmu duniawi tidak lagi berjalan sendirian. Ilmu sains dibimbing oleh moralitas Islam, dihiasi oleh nilai-nilai keimanan.
” Dari rahim madrasah di Kabupaten Sarolangun ini, kita ingin melahirkan ilmuwan yang tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga bersih hatinya, tunduk pada syariat, dan kuat keimanannya,” ungkap Alimartado.
Selain itu, melalui OMi 2026 ini merupakan salah satu upaya dan mendorong para riset-riset madrasah yang peduli pada isu-isu ekologi, perubahan iklim, dan penyelamatan alam lingkungan sekitar kita, terkhusus di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko ini.
” Kita menginginkan Inovasi Madrasah. Saat ini madrasah dituntut untuk terus bergerak dinamis, jangan menjadi penonton. Kita harus melahirkan inovasi, melahirkan karya nyata berbasis riset yang bisa memberikan sumbangsih konkret bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Maju di masa depan,” kata Alimartado.
Dalam kesempatan tersebut ia merasa terharu melihat semangat kompetisi yang membara dari wajah para peserta OMI baik didalam maupun diluar ruang. Tampak jelas para generasi penerus bangsa tersebut penuh konsentrasi menempuh ujian mereka.Sungguh sebuah pemandangan yang indah dan penuh makna. Di dalam ruangan ada perjuangan akademis formal melalui ujian, dan di luar ruangan ada perjuangan kompetisi inovatif melalui OMI.
” Anak-Anakku, Para Pejuang Sains Madrasah jangan pernah merasa rendah diri atau ragu. Siswa madrasah hari ini adalah siswa yang berprestasi, yang siap bertarung di ajang global. Jadikan ajang OMI ini sebagai batu loncatan awal untuk mengasah mental kompetisi yang sejati, berani mencoba hal baru, jujur dalam bertindak, dan menjunjung tinggi sportivitas. Mari kita tunjukkan kepada semua orang jika di Sarolangun akan lahir inovator-inovator muslim hebat yang membawa perubahan bagi agama, bangsa, dan negara,” harapnya.
Selain itu ia juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada tekan-rekan Guru, Pengawas, Staf Penmad, Proktor, dan Operator yang lelahnya mempersiapkan sistem berbasis Computer Based Test (CBT), memastikan kestabilan jaringan, menguji coba server, hingga menyusun teknis logistik kegiatan. Peran para proktor dan operator adalah urat nadi dari kesuksesan OMI.
” Terima kasih untuk semua yang sudah berjuang. Transformasi madrasah ke arah digital tidak akan pernah terwujud tanpa dedikasi dari bapak dan ibu sekalian. Semoga ini menjadi amal jariyah yang luar biasa bagi masa depan generasi muda Islam di Sarolangun,” tutupnya.
(Fdn)




