Diskopperindag Mantapkan Rencana Relokasi Pedagang Pasar Atas Dan Pasar Singkut


SAROLANGUN UPDATE – Dalam rangka pemantapan rencana relokasi pedagang Pasar Atas Sarolangun dan pedagang Pasar Singkut sekaligus memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Dinas Kopperindag Sarolangun memanggil para pengurus pasar dan asosiasi pasar, Rabu (26/8/2026).

Plt Kepala Dinas Kopperindag, Bustra Desman mengatakan jika koordinasi bersama Dua pengurus pasar dan asosiasi pasar ini untuk menyamakan langkah dan strategi apa saja agar proses relokasi dapat berjalan tertib dan lancar nantinya.

” Sebelumnya kita sudah 4 kali turun langsung dan sudah melakukan pemetaan untuk relokasi 107 pedagang PKL dan pedagang liar tersebut,” ujarnya.

Relokasi pedagang ini merupakan bagian dari program rehabilitasi Pasar oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun dengan harapan pasar dapat berfungsi lebih baik sebagai pusat perdagangan yang modern, tertata, dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat.

” Kita tidak melarang masyarakat berjualan, namun kita hanya menertibkan dan menata agar masyarakat dan pedagang nyaman,” sebutnya.

Untuk relokasi pedagang di dua pasar ini akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama pedagang di Pasar Atas Sarolangun yang akan mulai di relokasi pada akhir bulan September mendatang, sehingga pada bulan Oktober rehabilitasi pasar atau pembongkaran bisa berjalan.

” Bulan September nanti kita mulai relokasi para pedagang di Pasar Atas Sarolangun ke kios-kios yang sudah kita siapkan di dalam pasar, jadi di bulan Oktober kita sudah bisa merehabilitasi pasar tersebut,” bebernya.

Sambung Bustra Desman, dan di bulan November 2026 akan dilanjutkan dengan relokasi pedagang Pasar Singkut ke lokasi dalam los- los gedung pasar modern yang sudah ada saat ini.

” Untuk Pasar Singkut kita masih mendata pedagang melalui pengurus dan asosiasi pasar by name by address. Jika sudah lengkap baru kita relokasi,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain rehabilitasi dan penataan, untuk Pasar Atas Sarolangun nantinya juga akan ada dilakukan penertiban kendaraan. Dimana kendaraan dilarang parkir disembarang tempat sehingga membuat kemacetan.

” Untuk kendaraan nantinya juga akan ditertibkan. Kita sudah menyiapkan 3 kantung parkir sehingga tidak ada lagi kemacetan. Ini juga akan menjadi potensi PAD untuk Kabuoaten Sarolangun,” ungkap Bustra Desman.

Terakhir ia berharap dengan rehabilitasi dan penataan pasar tersebut menjadi langkah baik guna mendukung peningkatan perekonomian daerah serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan sektor perdagangan di Kabupaten Sarolangun.

(Fdn)

berita lainnya

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

berita terbaru