Sarolangun Update – Bupati Sarolangun H Hurmin menghadiri sekaligus membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-13 Tingkat Kecamatan Bathin VIII Tahun 2026, Senin (06/7/2026) malam di arena MTQ Desa Muaro Lati, Kecamatan Bathin VIII.
Bupati Sarolangun Hurmin mengawali dengan mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 2 yang menjelaskan ciri-ciri orang beriman, yakni ketika disebut nama Allah hatinya bergetar, ketika dibacakan ayat-ayat-Nya bertambah keimanannya, dan hanya kepada Allah mereka bertawakal.
Menurutnya, ayat tersebut mengandung tiga pelajaran penting. Pertama, hati seorang mukmin akan bergetar karena takut kepada azab Allah sekaligus berharap rahmat-Nya. Kedua, setiap kali mendengar ayat-ayat Al-Qur’an, keimanan seorang mukmin akan terus bertambah meskipun ayat tersebut telah berkali-kali didengar.
Ketiga, kedua hal tersebut menjadi tolok ukur untuk menilai kualitas keimanan seseorang.
“Kalau Al-Qur’an dibacakan kepada kita tetapi hati kita biasa-biasa saja, berarti ada yang perlu kita perbaiki dalam keimanan kita,” ujarnya.
Bupati berharap pelaksanaan MTQ menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, bukan sekadar ajang mencari juara.
Ia juga menginginkan konsep penyelenggaraan MTQ ke depan lebih mengedepankan kearifan lokal sehingga mampu memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas.
Bupati Sarolangun H. Hurmin juga mengapresiasi pelaksanaan MTQ ke-13 Tingkat Kecamatan Bathin VIII sebagai wadah syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani.
“khususnya Desa Muara Lati sebagai tuan rumah, beserta seluruh panitia, kepala desa, dan masyarakat yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ,”katanya
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan telepon pintar di kalangan masyarakat, antusiasme peserta dan warga dalam mengikuti MTQ menunjukkan bahwa semangat mencintai Al-Qur’an masih tetap terjaga.
Selain menjadi syiar Islam, Bupati Hurmin menilai MTQ juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memasarkan produknya di sekitar arena perlombaan.




